Selasa, 12 Januari 2010

PENELITIAN DALAM BIDANG ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATAN



Ilmu pengetahuan akan selalu berkembang, oleh karena itu manusia dianugerahi Tuhan akal dan mempunyai sifat selalu ingin bertanya, selalu ingin tahu, suatu hal yang membedakan manusia dengan hewan. Manusia selalu berfikir, selalu mencoba mengaitkan antar fakta atau fenomena dengan teori yang diketahuinya. Makin banyak teori yang dimilikinya, dengan banyaknya membaca, dan makin banyak fakta yang diperolehnya, baik dengan observasi maupun dengan penelitian yang dilakukannya, makin tinggi pula tingkat ilmu pengetahuannya, dan makin besar rasa ingin tahunya.

Perkembangan ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan yang tertulis mula-mula berasal dari kitab-kitab suci agama. Dalam kitab suci Al Qur-anul karim kita temukan banyak sekali sumber-sumber ilmu pengetahuan, yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan berbagai bidang ilmu, seperti; filsafat, biologi, ilmu-ilmu sosial, hukum, antropologi, kesehatan, astronomi dan lain-lain. Pengetahuan agama ini berkembang serta bercabang menjadi 2 kelompok besar ilmu, yakni kelompok ilmu-ilmu alamiah serta ilmu pengetahuan budaya.

Ilmu-ilmu alamiah berkembang antara lain menjadi ilmu kimia, ilmu fisika dan ilmu kedokteran. Pengetahuan budaya berkembang menurut norma-norma yang berlaku (bersifat normatif). Diantara kedua sifat inilah kemudian muncul ilmu-ilmu sosial, yang sebagian menggunakan karakteristik ilmu-ilmu alamiah (empiris) dan sebagian lagi bersifta normatif.

Ilmu-ilmu alamiah (Pendekatan empiris/sesungguhnya)
Mempelajari keteraturan dan keterangan dalam alam semesta. Contohnya; anatomi, fisika, ilmu pasti, kedokteran, kimia, geologi, dll.

Ilmu-ilmu sosial (pendekatan empiris-normatif)
Mempelajari keteraturan dalam hubungan antar manusia. Contohnya; ilmu politik, sosiologi, ilmu ekonomi, antropologi, demografi, psikologi, dll.

Pengetahuan budaya ( pendekatan normatif/ sebaiknya)
Mengungkap dan mempelajari peristiwa dan pernyataan budaya yang dianggap unik. Contohnya; pengetahuan agama, falsafah, pengetahuan hukum, sastra, seni musik, seni tari, dll.

Ilmu dan penelitian
Secara umum penelitian bertujuan untuk mengembangkan khasanah ilmu dengan memperoleh pengetahuan serta fakta-fakta baru, sehingga dapat disusun teori, konsep, hukum, kaidah atau metodologi baru, dan kita dapat memperoleh masalah baru yang kelak harus dipecahkan dengan penelitian pula.

Ilmu dan penelitian tidak dapat dipisahkan. Ilmu tidak akan berkembang tanpa penelitian, sebaliknya penelitian tidak akan ada apabila tidak di dalam kerangka ilmu tertentu. Secara umum ilmu merupakan filosofi, sedangkan penelitian merupakan suatu tindakan untuk membangun dan mengembangkan ilmu. Ilmu pengetahuan merupakan akumulasi pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah, dengan menggunakan teori-teori yang ada. Pada hakekatnya perkembangan ilmu mengikuti pola yang sama, yakni, peneliti melihat kesenjangan antara teori dan fenomena alamiah (metode deduksi). Kesenjangn ini kemudian dikembangkan menjadi masalah penelitian, dan di rumuskan pula hipotesis. Peneliti kemudian membuat rancangan penelitian, dan dengan metode yang sesuai ia melakuakan pengumpulan data. Data yang ada diolah, kemudian dilakukan induksi (inferensi) sehingga menjadi teori baru.

Lahan penelitian kedokteran dan kesehatan
Bagi tenaga kesehatan dan yang berkecimpung dalam bidang kedokteran dan kesehatan, penelitian pada umumnya bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data yang diperlukan untuk perencanaan kegiatan medis-klinis atau medis-sosial, atau untuk mengembangkan ilmu kedokteran itu sendiri, yang pada gilirannya akan berguna bagi kesejahteraan manusia.

Tingkat penelitian dalam bidang ilmu kedokteran atau kesehatan dapat dibagi ke dalam 2 golongan besar, yakni penelitian yang bersifat deskriptif dan analitik. Dalam penelitian deskriptif peneliti mengadakan eksplorasi fenomena kedokteran tanpa berusaha mencari hubungan antar variabel di dalam fenomena tersebut. Dalam penelitian analitik, peneliti dapat hanya mengukur fenomena alamiah yang ada tanpa melakukan intervensi terhadap variabel (bersifat analitik observasional), akan tetapi ia dapat pula melakukan intervensi terhadap variabel bebas dan menilai efek intervensi atau atau manipilasi ini terhadap variabel tergantung (penelitian eksperimental atau intervensional). Suatu hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak selalu penelitian deskriptif (yang secara metodolagi penelitian yang dapat disebut desainnya sederhana) nilainya rendah atau lebih rendah dari penelitian analitik atau eksperimental. Banyak penerima nobel dari penelitian secara deskriptif saja.

Penelitian dilakukan sejalan dengan sifat dasar manusia yang senantiasa ingin tahu terhadap pelbagai fenomena di sekelilingnya. Tujuan seseorang melakukan penelitian pada umumnya adalah: (1) untuk mengetahui deskripsi pelbagai fenomena alamiah; (2) Untuk menerangkan hubungan antara pelbagai kejadian; (3)untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan; (4) untuk memperlihatkan efek tertentu.

Sesungguhnya masalah penelitian kedokteran tidak akan pernah habis. Ia selalu ada, sejalan dengan kebutuhan serta tuntutan masyarakat yang selalu berkembang. Lingkaran ilmiah berupa siklus deduksi dan induksi berjalan terus. Sesuatu yang dahulu dianggap sudah tuntas sekarang ternyata dapat diteliti lebih dalam lagi. Demikian seterusnya, sehingga keluasan dan kedalaman ilmu makin lama makin bertambah.

Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Binarupa Aksara; Jakarta;1995.

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

0 komentar:

Poskan Komentar

Home

Yang lagi baca..

Populer

Friends..

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez