PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KEBIDANAN DI TUNISIA

Sejak mendapatkan kemerdekaan tahun 1956, indikator kesehatan ibu di Negara Tunisia semakin membaik. Menurut perkiraan nasional terbaru yang dikeluarkan departemen kesehatan (2008), rasio kematian ibu adalah 36,5/100.000 kelahiran hidup. Cakupan antenatal care (sedikitnya satu kali kunjungan) mencapai 96% di tahun 2006, dan persalinan oleh tenaga terampil mencapai 94,5% dari kelahiran. Dengan rasio 7 bidan per 1000 wanita usia reproduksi.

Kontribusi bidan dalam perbaikan kesehatan tersebut sangat signifikan. Ini sebagian besar terjadi karena sejak tahun 1956 pendidikan kebidanan dan penyediaan layanan kesehatan menyeluruh diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan nasional yang memprioritaskan pada emansipasi wanita. 

Kebidanan diakui telah professional bila melalui 3 tahun pendidikan kebidanan, dan bidan menyediakan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual dalam berbagai program kesehatan nasional. Sebagai tambahan, kurikulum kebidanan secara teratur di tinjau dan di perbaharui. Sejak tahun 1987, peninjauan kembali tersebut dilakukan oleh para ahli di dewan nasional untuk mengembangkan profil professional bidan dengan pendekatan normatif. Yang paling banyak dilakukan peninjauan, di tahun 2008, tentang pembaruan izin master dan doctor yang dihubungkan dengan identifikasi kompetensi inti melalui penelitian kualitatif induktif yang dilakukan oleh bidan sejak tahun 1999 sampai 2003. 

Berdasarkan identifikasi kompetensi tersebut, empat kompetensi baru diperkenalkan. Antropologi kesehatan reproduksi, etika kebidanan, sejarah kebidanan, dan metodologi penelitian. Posisi Dosen senior di ilmu pendidikan kesehatan yang dibentuk oleh departemen kesehatan masyarakat dan departemen pendidikan tinggi, teknologi dan riset, dipegang oleh bidan dengan Phd yang khusus di bidangnya. Kompetensi yang terbaru tersebut diajarkan menurut Social Constructivist Pedagogy dan paradigma mengajar yang dikenal dengan “practice-theory-practice”. 

Pendidikan yang objektif ditekankan pada dua komponen yaitu nilai-nilai professional dan mempertinggi cara berfikir kritis, kreatif dan visi masa depan bidan di masa yang akan datang. Terlebih lagi dengan dukungan yang diberikan oleh UNFPA Negara Tunisia, hak kesehatan reproduksi dan seksual telah diintegrasikan dalam teknik dan ilmu kesehatan untuk pendidikan sekolah menengah di Universitas Tunis El Manar dalam bentuk modul pelatihan berbasis kompetensi yang akan dilaksanakan pada tahun 2010. 

Pembaruan ini masih baru tapi dinamika dan antusiasme antar pelajar bidan sudah terlihat jelas. Tantangannya adalah untuk memperluas pendekatan sistem pengajaran baru ini dan dan mengembangkan alat-alat evaluasi yang akurat untuk mengkaji pengaruh yang ditimbulkan. 

Febrina ok/bidanshop 

Sumber
Prepared by: Atf Gherissi, Tunis-El Manar University 
Sources: 
Romdhane BH, et al. UneexpérienceTunisiennedans la révision du curriculum: la formation des sages femmes. Idées, N°27.Tunisie, 1988. 
De Ketele JM. Approche socio-historique des compétencesdansl’enseignement. In Bosman 
C, Gerard FM, Roegiers X. Quelavenir pour les compétences? Collection pédagogies en développement.Bruxelles, Edition De BoeckUniversitéBruxelles, 1996. 
Ghérissi A. Pour unemeilleureintégration des savoirsdans la formation aux professions de santé.EcoleSupérieure des Sciences et Techniques de la Santé. Université de Tunis-El Manar, Tunisie, 2008.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KEBIDANAN DI TUNISIA"

Post a Comment