JAGA PENAMPILAN BIDAN

Kalau sedang memberi kuliah saya suka round-round alias keliling-keliling melihat penampilan mahasiswa bidan. Kadang geleng-geleng kepala sambil senyam senyum melihat gaya calon-calon bidan sampai gaya yang udah jadi bidan beneran. Rasanya gatal bibir ini kalau nggak kasih komentar, penampilan yang sudah tidak pantas saya tegur langsung…tetapi yang masih dapat ditoleransi biasanya sih saya colek dengan sindiran halus. 

Mengapa penampilan bidan penting dijaga…sebagian alasannya karena” 
1. Profesi bidan adalah profesi perpanjangan tangan Negara dan Tuhan. Siapa coba yang dipercaya negara untuk membantu ibu hamil, melahirkan, pasca salin bahkan wanita sepanjang siklus kehidupannya…?? Jawabannya BIDAN. Siapa coba yang dipercaya Tuhan untuk menolong bayi-bayi lahir ke dunia ini.....jawabannya BIDAN…. Jadi Masyarakat menganggap profesi ini sangat mulia, se Mulia orangnya. Sehingga jika ada bidan yang hobbynya marah-marah, senengnya cemberut, sukanya ngomel…langsung mendapat komentar negatif dari masyarakat. Masyarakat inginnya kita tersenyum selalu, meskipun honor kecil, ramah setiap saat, meskipun dimarah-marahi pasien beserta keluarga, hee…harusnya Malaikat yang jadi bidan bukan Manusia, tapi lagi-lagi..SIAPA SURUH JADI BIDAN.. 

2. Bidan merupakan role model di tempatnya, sampai sekarang banyak masyarakat yang tersembuhkan tanpa pengobatan hanya karena tersugesti “APA KATA BIDAN”. Dari ujung rambut sampai kaki bidan tidak luput dari perhatian masyarakat, sehingga masyarakat menuntut kesempurnaan panutannya, padahal kesempurnaan jelas-jelas hanya milik Tuhan. 

3. Kesembuhan bukan melulu berasal dari obat-obatan, pasien senang dengan bidan, nyaman, bahagia,ditambah lagi bidan mampu melakukan komunikasi yang bertujuan menyembuhkan alias komunikasi terapeutik, memungkinkan pasien lebih cepat sembuh.. 

Ayo dong kita benahi mulai sekarang penampilan bidan yang tidak pantas dirubah menjadi pantas….
Berikut yang sering saya temui: 
1. Bidan punya kuku panjang. Sudah jelas bidan wajib punya kuku tangan dan kaki pendek. Kebayang kan…kalau pada saat menolong ibu melahirkan kuku tangan bidannya panjang-panjang, bisa jadi seluruh tubuh bayi dan ibu terancam kena kuku si bidan. Pasien juga harus teliti, bidan dengan kuku panjang bisa menjadi sumber penyebab infeksi…HATI-HATI!!! 

2. Si rambut panjang terurai berantakan Kalau bidan sedang tidak melaksanakan tugas sih… boleh-boleh saja membebaskan si rambut panjang dari ikatan.…tapi pada saat dinas atau bekerja di klinik/ rumah sakit. Rambut terurai panjang berantakan. Terkesan kurang rapi dan tidak efisien. Sebaiknya rambut disanggul kecil yang rapi atau dibuat cepol rambut. 

3. Rambut pirang jadi-jadian Kalau pirang aseli dari lahir wajar-wajar saja ya…lha ini, pirang hasil cat rambut yang warnanya amat mencolok…weleh..weleh 

4. Baju dinas yang tidak rapi. Sudah sering kita dengar istilah “Don’t Judge a Book by The Cover” yang artinya, jangan lihat seseorang dari luarnya, begitulah kira-kira. Tapi mayoritas masyarakat kita sekarang masih memandang orang lain dari kulit luarnya…terlebih lagi bu bidan…bagaimana pasien mau sembuh kalau dirawat oleh bidan yang urakan, baju asal pakai, ada yang kesempitan banyak juga yang kedodoran. Judulnya baju dinas warna putih. Tapi karena si bidan rajin amat sangat mencuci, akhirnya baju kelamaan di rendam si blau, hingga berwarna putih kebiru-biruan. Atau udah kelamaan dipakai sehingga warna baju menjadi putih ke coklat-coklatan. Olala…maksud bidan menyembuhkan, akhirnya memberi penyakit baru pada pasien…penyakit apakah itu….sakit MATA!! 

5. Jarang ganti baju. Baju dinas yang dipakai hari ini digantung buat dipakai besok harinya. Ampun dah baunya…bisa-bisa pasien nggak sembuh karena pengaruh bau baju si bidan. Parahnya kadang-kadang kerah udah ber-daki dan berdebu…masih juga dipakai. Sebaiknya ganti baju setiap hari, masak sih kita menganjurkan pasien hidup bersih dan sehat…eh..eh..malah bidannya yang hidup jorok memprihatinkan.. 

6. Sepatu ala princess syahrini Sepatu bertumit lebih menunjukkan sisi kewanitaan, ok…memang bener. Tapi kalau tumit ≥ 7 cm…beugh….bisa varises dan naik betis jadinya bu bidan. 

Mudah-mudahan yang segelintir ini dapat dirubah..ya, masih banyak yang lain sih..tapi karena udah tengah malem di sambung lain waktu saja.. 

 by: Febrina kaban

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "JAGA PENAMPILAN BIDAN"

Post a Comment