PENIPUAN ATAS NAMA DIKTI

Kemaren siang saya dapat email yang mengatasnamakan Dikti, yang isinya mengundang saya untuk mengikuti “Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Tahun Akademik 2014-2015” (Sambutan Pembukaan :DirekturJenderal Pendidikan Tinggi). Wah…apaan nih, dalam hati… saya rasanya malessss bener ikutan pelatihan di luar kota, maklum masih punya baby yang butuh perhatian ekstra. Tapi kok, nama lengkap dan tempat bekerja tepat sekali, apa mungkin beneran ya….(masih dalam hati nih..) Maklum agak ragu bener atau tidak, karena memang info tentang segala sesuatu dikirim melalui email, jadi ritual cek dan ricek email dilakukan setiap hari…. 

Tapi kok dari surat undangan tersebut ada beberapa kejanggalan: 
1. Ada beberapa tulisan di dalam undangan tersebut yang kurang hurufnya, misalnya: :pendidi, harusnya pendidik. Masak sih lembaga sebesar Dikti nggak punya editor…(dalam hati saya lagi nih…) Soalnya nih..biasanya saya suka koreksi tulisan yang begituan, kalo ada kata2nya yang kurang tingkat keyakinan saya turun drastis. 
2. Undangan langsung ditujukan atas nama saya…hebat sekali saya langsung ditunjuk sama Dikti, biasanya nih….surat undangan jatuhnya ke kampus, dan kampus yang menunjuk utusan dosennya, bukan main langsung-langsung aja….memangnya Dikti punya nenek moyang saya..hee 
3. Pake nomor kontak langsung di surat undangan yang resmi, biasanya di lampiran..bukan langsung di isi surat. 

“Anggaran penyelenggaraan dialokasikan dari Dana Hibah Pendidikan Ditjen Dikti Kemdikbud, termasuk biaya Transportasi dan Akomodasi peserta yang akan ditransferkeRekening Bank masing-masing setelah Konfirmasi Pendaftaran dilaksanakan dan disampaikan langsung kepada Kadivreg Peserta Workshop : Drs. H. Achmad Zulkiflie, M.Sc. Via Hp. 0852 8746 3317” 

4. Nomor telpon di kepala surat, beda sama yang di Dikti, maklum…. Saya langsung menjelajah di Jin Google tentang informasi seminar dengan judul di atas. 

Dengan berbagai kejanggalan di atas…iseng saya telpon si kontak person Drs. H. Achmad Zulkiflie, M.Sc. Via Hp. 0852 8746 3317, soalnya Talk Mania masih ada, sayang kalau nggak digunakan, 

Telpon saya pencet. Langsung diangkat: 
Si Zulkifli : “Selamat sore” suaranya berat, kaya ada bebannya…sok wibawa sih 
Saya       : “ Sore, dengan siapa???” 
Si Zulkifli: “Saya yang harusnya bertanya kepada ibu, ibu siapa dan dari mana….” 
Saya       : Beghh…..belagak bener nih …”saya ……blablabla……” saya sebutin nama pendek aja. 
Si Zulkifli : “Anda mewakili universitas mana…?” 
Saya        : “ Saya dari blablabla…..” 

Lalu saya Tanya undangan apa ini, dan bagaimana prosedurnya, si zulkifli dengan nada suara yang sangat meyakinkan bilang kalau saya terpilih dari proses seleksi administrasi di Dikti dan diberi kehormatan untuk mewakili kampus. Malah bisa jadi terpilih sebagai dosen berprestasi…..(kalau pernyataan ini buat saya ngakak.. tapi masih dalam hati juga nih…) 

Jadi selanjutnya….tanya saya lagi, sambil ngunyah kue…lumayan buat kenyang. Akomodasi,transportasi dan kawan-kawannya selama saya ikut workshop akan ditanggung oleh Dikti, jumlahnya sebesar 15 jt            (15 juta!!! A-P-A…!!! sambil gaya kaya olga,,,,heee….ditengah – tengah kondisi dolar melambung dan gas elpiji naik…uang segitu sangat menggiurkan, lumayankan…dapet ilmu, jalan-jalan, pulang dapet duit lagiii….)

Trus gimana? Tanya saya lagi……Saya disuruh mengirimkan nomor rekening untuk memastikan keikutsertaan saya dalam kegiatan tersebut sekaligus mereka akan mengirimkan uang akomodasi dkk ke rekening saya sebesar 15 juta langsung hari ini juga… (A-P-A..!!!!!! sekali lagi deh…gaya si olga…..hee….mimpi apa saya kemaren……) 

Saya bilang, selama ini bukan begitu birokrasi mengikuti kegiatan di kampus saya, dan nggak pernah terjadi akomodasi dkk di bayar langsung Tunai,,,,di awal kegiatan, biasanya di akhir kegiatan, itupun jumlahnya Pas….heee…pasan. Si Zulkiflie keukehhh….bilang beginilah sistem kegiatan sekarang dan saya saja yang tidak tau…blaa..bla…bla…masih dengan nada suara meyakinkan. Yah…makin nggak yakin saya jadinya.. 

So Well of The well well well, langsung saya bentak dengan nada meyakinkan juga, kalau ini PENIPUAN, dan saya akan lapor ke bapak Rektor langsung…!! Si Zulkifli bilang silahkan…dengan nada marah. 

Akhirnya telpon saya putus…lagian TM nya udah habis. Anehkan….makin kreatif saja penipu-penipu zaman sekarang. Mengatasnamakan inilah..itulah…Tapi hebat bener mereka dapet info tentang sasarannya tepat dan lengkap….Ruarrr biasa…semoga para penipu-penipu tersebut diterima disisiNYA. 

febrina kaban 

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

1 Response to "PENIPUAN ATAS NAMA DIKTI"

  1. Saya juga dapat email yang isinya sama. saya cek NIPnya tidak masuk akal, tidak ada pns yang diangkat tahun 1778. Kejanggalan lainnya sama

    ReplyDelete