Selasa, 30 September 2014

KONSEPSI, FERTILISASI, IMPLANTASI


Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi), yang ditangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam saluran telur. Waktu persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur, pembuahan sel telur oleh sperma biasanyaterjadi di bagian yang menggembung dari tuba falopi.  

A. Ovum dan Sperma 
1. Sel Telur ( ovum ) 
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi genital ridge. Menurut umur wanita, jumlah oogonium adalah : 
 • Bayi baru lahir : 750.000 
• Umur 6-15 tahun : 439.000 
• Umur 16-25 tahun : 159.000 
• Umur 26-35 tahun : 59.000 
• Umur 35-45 tahun : 34.000 
• Masa menopause : semua hilang 

Urutan pertumbuhan ovum (oogenesis) 
• Oogenia 
• Oosit pertama (primary oocyte) 
• Primary ovarian follicle 
• Liquor folliculi 
• Pematangan pertama ovum 
• Pematangan kedua ovum pada waktu sperma membuahi ovum 

2. Sel mani ( Spermatozoon ) 
Sperma berbentuk seperti kecebong, terdiri atas kepala, berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nukleus) ; leher, yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah; dan ekor, yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. Panjang ekor kira-kira 10x bagian kepala. Secara embrional, spermatogenium berasal dari sel-sel primitif tubulus testis. setelah bayi laki-laki lahir, jumlah spermatogenium yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa akil baliq. Pada masa pubertas, di bawah pengaruh sel-sel interstisial leydig, sel-sel spematogenium ini mulai aktif mengadakan mitosis dan terjadilah spermatogenesis. 

Urutan pertumbuhan sperma ( spermatogenesi ) 
• Spermatogonium, membelah dua; 
• Spermatosit pertama, membelah dua; 
   Spermatosit kedua, membelah dua; 
• Spermatid, kemudian tumbuh menjadi 
• Spermatozoon (sperma) 

B. Fertilisasi dan Implantasi 
1. Pembuahan ( Konsepsi =Fertilisasi ) 
Pembuahan adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur di tuba fallopi. Hanya satu sperma yang telah mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelusida mengalami, perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain. Proses ini di ikuti oleh penyatuan kedua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan genetik dari wanita dan pria. Pembuahan mungkin akan menghasilkan: 

XX-zigot, menurunkan bayi perempuan 
XY-zigot, menurunkan bayi laki-laki 

Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama 3 hari sampai stadium morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakan ke arah rongga rahim oleh: 
• Arus dan getaran rambut getar (silia) 
• Kontraksi tuba 2. Nidasi ( Implantasi ) 

Nidasi 
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula di selubungi oleh suatu simpai, disebut trofoblast, yang mampu mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam fase sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung nutrisi untuk buah kehamilan. Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner-cell mass) akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi, itulah sebabnya kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua yang di sebut tanda hartman. Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri. Bila nidasi telah terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entodernm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embryonal-plate) di antara amnion dan yolk sac. 

Sumber 
Mochtar R, 1998. Sinopsis Obstetri. EGC, Jakarta. Readmore »»

Senin, 29 September 2014

KONSEP ASUHAN KEHAMILAN


A. PENGERTIAN ASUHAN KEBIDANAN
Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ masalah dalam bidang kesehatan ibu dimasa hamil, persalinan, nifas, bayi baru lahir, serta keluarga berencana.

B. FILOSOFI ASUHAN KEBIDANAN
Merupakan keyakinan atau pandangan hidup bidan yang digunakan sebagai kerangka berfikir dalam member asuhan kepada klien. 

Filosofi ini meliputi : 
1. Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah dan bukan suatu penyakit, namun tetap perlu diwaspadai karena kondisi yang semula normal dapat tiba-tiba menjadi tidak normal 
2. Keyakinan tentang perempuan. Bidan yakin bahwa perempuan merupakan pribadi yang unik, mempunyai hak mengontrol dirinya sendiri, memiliki kebutuhan , harapan, dan keinginan yang patut dihormati. Perempuan merupaka pribadi yang unik karena setiap perempuan tidak sama, secara fisik, emosional, spiritual, sosial dan budaya.
3. Keyakian mengenai fungsi profesi dan pengaruhnya. Fungsi utama asuhan kebidanan adalah memastikan kesejahteraan perempuan bersalin dan bayinya. 
4. Keyakinan tentang pemberdayaan dan pembuatan keputusan. Bidan yakin bahwa pilihan dan keputusan dalam asuhan patut dihormati. Keputusan yang dipilih merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan, keluarga, dan pemberi asuhan 
5. Keyakinan tentang asuhan. Bidan yakin bahwa fokus asuhan kebidanan adalah upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan yang menyeluruh, meliputi pemberian informasi yang relevan dan objektif, konseling dan memfasilitasi klien yang menjadi tanggung jawabnya 
6. Keyakinan tentang kolaborasi. Bidan yakin bahwa memberi asuhan tetap harus mempertahankan, mendukung, dan menghargai proses fisiologis. 
7. Keyakinan tentang fungsi dan manfaatnya. bidan yakin bahwa dalam mengembangkan kemandirian profesi, diperlukan kemitraan dengan tim kesehatan lain dan pemberdayaan perempuan dalam asuhan . 

C. TUJUAN ANTE NATAL CARE 
1. Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin 
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, serta sosial ibu dan bayi 
3. Menentukan secara dini adanya masalah/ gangguan dan kemungkinan komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan 
4. Mempersiapakn kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin 
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI eksklusif dengan normal 
6. Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal. 

D. SEJARAH ASUHAN KEBIDANAN 
Sebagaimana sejarah perkembangan kebidanan dunia maka sejarah asuhan kebidanan pun tidak lepas dari itu. Telah diketahui dalam sejarah bahwa bidan sudah ada sejak zaman prasejarah di zaman mesir yaitu Simprah dan Poah yang tidak setuju dengan tindakan raja Firaun yang melakukan pembunuhan pada bayi laki – laki yang baru lahir. Dengan perkembangan zaman, pada masa sebelum Masehi mulai diketahui fisiologi dan patologi kehamilan. Pada tahun 1899 di Ediburn mulai disediakan tempat untuk merawat wanita hamil. Adolphe Pinard dari Prancis tahun 1878 menemukan palpasi abdomen yang dikenal dengan cara Pinard. Jean Lubumean dari Prancis menemukan leneac dan steteskop pada tahun 1819 dan pertama mendengar DJJ tahun 1920. John Braxton Hiks dari Inggris tahun 1872 menggambarkan kontraksi uterus selama kehamilan yang dikenal dengan kontraksi Braxton Hiks. Sebelum dikenal asuhan berdasarkan evidence based, asuhan yang diberikan berdasarkan tradisional. Asuhan yang banyak berkembang saat ini dari model yang dikembangkan di Eropa awal dekade abad ini dengan lebih mengarah ke ritual daripada ke rasional. Lebih mengarah ke frekuensi dan jumlah daripada tujuan yang essensial. 

E.LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN 
1. Keterampilan dasar 
a. Mengumpulkan data riwayat kesehatan 
b. Melakukan pemeriksaan fisik 
c. Menilai keadaan janin 
d. Menghitung usia kehamilan 
e. Mengkaji status nutrisi 
f. Mengkaji kenaikan berat badan 
g. Memberikan penyuluhan 
h. Penatalaksanaan pada anemia ringan, hiperemesis gravidarum tingkat I, abortus iminiens dan pre-eklamsia 
i. Memberikan imunisasi 

2. Keterampilan tambahan 
a. Menggunakan doopler 
b. Memberikan pengobatan 
c. Melaksanakan long life skill dalam manajemen pascaaborsi 

F.STANDAR ASUHAN KEHAMILAN 
1. Kunjungan ante-natal care (ANC) 
a. Satu kali pada trimester I ( usia kehamilan 1-13 minggu) 
b. Satu kali pada trimester II ( usia kehamilan 14-27 minggu) 
c. Dua kali pada trimester III ( usia kehamilan 28-42 minggu) 
2. Pelayanan standar, yaitu 7 T Sesuai dengan kebijakan departemen kesehatan. 

Standar minimal pelayanan pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang disingkat dengan 7T, antara lain sebagai berikut : 
a. Timbang berat badan 
b. Ukur tekanan darah 
c. Ukur tinggi fundus uteri 
d. Pemberian imunisasi TT lengkap 
e. Pemberian tablet zat besi (fe) minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis satu tablet setiap harinya 
f. Lengkap tes penyakit menular seksual 
g. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan 

G.PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN 
1. Proses kehamilan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis 
2. Menggunakan cara-cara yang sederhana atau menghindari segala bentuk intervensi yang tidak dibutuhkan 
3. Bersifat aman bagi keselamatan hidup ibu, asuhan yang diberikan ditunjang oleh pengobatan berdasarkan bukti ( evidence based medicine
4. Menjaga privasi klien 
5. Membantu klien agar merasa aman dan nyaman, serta memberikan dukungan emosional 
6. Memberikan informasi, penjelasan, serta konsling yang cukup 
7. Klien dan keluarga berperan aktif dalam pengambilan keputusan 
8. Menghormati praktik adat istiadat, kebudayaan, serta keyakinan/ agama yang ada dilingkungan setempat 9. Memelihara kesehatan fisik, psikologis, social, serta spiritual klien dan keluarga 
10. Melakukan usaha penyuluhan dan pencegahan penyakit. 

H. EVIDENBASED DALAM PRAKTEK KEBIDANAN 
Menurut MNH (Maternal Neonatal Health) asuhan antenatal/ANC merupakan prosedur rutin yang dilakukan oleh petugas (dokter/bidan/perawat) dalam membina suatu hubungan dalam proses pelayanan pada ibu hamil untuk persiapan persalinannya. Dengan demikian, memberikan asuhan ANC yang baik akan menjadi salah satu tiang penyangga dalam safe motherhood dalam usaha menurunkan AKI dan AKB. 

1. Meningkatkan Efektivitas Asuhan Antenatal 
Untuk meningkatkan efektivitas ANC perlu dipahami mengenai tujuan ANC yaitu: 
a. Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi dengan pendidikan, nutrisi, kebersihan diri serta proses kelahiran bayi. 
b. Mendeteksi dan menatalaksanaan komplikasi medis, beda atau obstetri selama kehamilan. 
c. Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi komplikasi. 
d. Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan nifas normal serta merawat anak secara fisik, psikologis dan sosial. 

2. Adapun ANC akan efektif bila meliputi hal – hal sebagai berikut
a. Asuhan diberikan oleh petugas yang terampil dan berkesinambungan. 
b. Persiapan menghadapi persalinan yang baik dengan memperkirakan komplikasi. 
c. Mempromosikan kesehatan dan pencegahan penyakit (TT, suplemen gizi, pencegahan konsumsi alkohol). 
d. Mendeteksi dini komplikasi serta perawatan penyakit yang diderita ibu hamil (HIV, sifilis TBC, DM, hipertensi). 

3. Asuhan Antenatal secara Tradisional 
Seperti dalam asuhan antenatal, sebelum dikenal asuhan berdasarkan evidence based, asuhan yang diberikan berdasarkan tradisional. Asuhan yang banyak berkembang saat ini dari model yang dikembangkan sebelumnya. 

4. Pentingnya Deteksi Penyakit dan Bukan Penilaian/Pendekatan Resiko 
Permasalahan dengan pendekatan resiko, yaitu: 
a. Mempunyai nilai prediksi yang buruk dan tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan yang tidak. 
b. Memakai sumber daya yang jarang didapat – banyak ibu yang dimasukkan ke dalam kelompok resiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. 
c. Keamanan palsu – banyak ibu hamil yang dimasukkan kelompok resiko rendah mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengatasi komplikasi tersebut. 
d. Sumber daya dialihkan – jauh dari perbaikan pelayanan untuk semua ibu. 

Kerangka asuhan antenatal yang efektif, meliputi
1. Deteksi dini penyakit 
2. Konseling dan promosi kesehatan 
3. Persiapan persalinan 
4. Kesiagaan menghadapi komplikasi 

I.TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN 
Pelayanan kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan melalui asuhan kebidanan kepada klien yang menjadi tanggung jawab bidan, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana termasuk kesehatan repdoduksi wanita dan pelayanan kesehatan masyarakat. 

Pelayanan kebidanan dibedakan berdasarkan kewenangan bidan, yaitu : 
1. Layanan kebidanan primer/ mandiri 
Merupakan asuhan kebidanan ynag diberikan kepada klien dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan.
2. Layanan kolaborasi 
Merupakan asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dengan tanggungjawab bersama semua pemberi layanan yang terlibat ( mis: bidan, dokter dan atau tenaga kesehatan professional lainnya) bidan adalah anggota tim 
3. Layanan rujukan 
Merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan dengan menyerahkan tanggungjawab kepada dokter, ahli dan atau tenaga kesehatan professional lainnya untuk mengatasi masalah kesehatan klien di luar kewenangan bidan dalam rangka menjamin kesejahteraan ibu dan anaknya. 

J.ASUHAN ANTENATAL YANG TERFOKUS 
1. Antepartum care (antenatal care) 
adalah pengawasan kehamilan untuk mengetahui kessehatan umum ibu, menegakkan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi kehamilan, dan menetapkan dini risiko kehamilan (risiko tinggi, risiko meragukan, risiko rendah). 
Asuhan antenatal juga untuk menyiapkan persalinan menuju weel born baby dan well health mother, mempersiapkan perawatan bayi dan laktasi, serta memulihkan kesehatan ibu yang optimal saat akhir kala nifas. 
2. Prenatal care. 
Asuhan prenatal adalah pengawasan janindalam rahim yang dapat ditentukan dengan pemeriksaan khusus untuk mengurangi kejadian abortus, prematuritas, dan gangguan neonatus. Evaluasi kala I dan II pada asuhan prenatal dilakukan untuk mencapai well born baby dan well health mother. Dalam praktik, kedua istilah tersebut dipakai tanpa beda. Dalam arti luas, pengawasan antenatal diartikan sebagai berikut. 
1. Mempersiapkan pasangan menikah untuk menjadi orangtua efektif. 
2. Meningkatkan pengertian bahwa keluarga bagian dari masyarakat. 
3. Mencari faktor sosial-budaya yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan umum ibu hamil. 
4. Meningkatkan pengertian merencanakan keluarga dan keluarga berencana untuk meningkatkan kesejahteraan umum keluarga. 
5. Menanamkan pengertian hubungan seksual yang sehat untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. 
6. Menghindari infertilitas. 

Asuhan antenatal, suatu manajemen kehamilan, mempunyai banyak tujuan. 
1. Untuk memastikan sejauh mungkin kehamilan tanpa komplikasi dan persalinan bayi hidup yang sehat. 
2. Untuk menentukan dan memberikan perawatan pada keadaan risiko apapun. 
3. Untuk menentukan tingkat perawatan yang diperlukan secara individual. 
4. Untuk membantu ibu dalam mempersiapkan persalinan, kelahiran dan membesarkan anak. 
5. Untuk melakukan penapisan penyakit-penyakit umum yang dapat mempengaruhu kehidupan atau kesehatan ibu hamil atau anak. Untuk memperkuat kebiasaan kesehatan yang baik untuk ibu hamil dan keluarganya 

K.PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN 
1. PERAN: 
a. Pelaksana  
Memberikan asuhan atau pelayanan bidan mempunyai tuga utama yaitu: mandiri, kolaborasi dan rujukan. 
Ada 7 langkah utama: 
1. Mengkaji, 
2. Menentukan diagnosa, 
3. Menyusun rencana tindakan, 
4. Melaksanakan tindakan, 
5. Evaluasi, 
6. Tindak lanjut, 
7. Dokumentasi. 

b. Pengelola 
Menyusun rencana kerja, mengelola kegiatan pelayanan ibu hamil, berpartisipasi dalam kegiatan program pelayanan kehamilan. 

c. Pendidik 
Melakukan penyuluhan, mendidik siswa bidan/calon bidan. d. Peneliti Melakukan penelitian kebidanan. 

2. TANGGUNG JAWAB 
a. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kehamilan sesuai standar profesi dengan menghormati hak – hak pasien. Wajib merujuk, memberikan kesempatan pasien beribadah, menjaga rahasia, member informasi, inform concent, dokumentasi dan kerjasama pihak lain 

L. HAK-HAK WANITA HAMIL 
1. Memperoleh pendidikan dan informasi 
2. Mendapat jaminan dari pemerintah untuk mendapatkan yang benar sari suatu kehamilan tanpa resiko yang berarti 
3. Memperoleh gaji yang cukup 
4. Wanita bekerja berhak untuk tidak dikeluarkan dari pekerjaannya 
5. Berhak untk tidak mendapatkan perlakuan diskriminasi dan hukuman, seperti dikucilkan oleh masyarakat akibat mengalmi gangguan kehamilan 
6. Berhak ikut serta dalam pengambilan keputusan yang mneyangkut kesehatan diri dan bayinya 

M. ISU TERKINI DALAM ASUHAN KEHAMILAN 
Bidan mempunyai isu terkini yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita. Beberapa isu yang berhubungan dengan kehamilan adalah sebagai berikut : 
1. Woman center care (WCC) Woman center care adalah asuhan yang berpusat pada wanita. Dalam pelaksanaan asuhan ini wanita dipandang sebagai manusia secara utuh (holistic) yang mempunyai hak pilih untuk reproduksinya. 
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan wanita di Indonesia antara lain sebagai berikut : 
a. Status wanita dalam masyarakat masih rendah 
b. Kesehatan reproduksi, dimana seorang wanita mengalami hamil, melahirkan serta nifas yang beresiko menyebabkan kematian 
c. Ketidakmampuan wanita untuk memelihara kesehatannya sendiri akibat pendidikan yang rendah 
d. Kurangnya modal( ekonomi) dalam upaya pemeliharaan kesehatan 
e. Social budaya, ekonomi, pelayanan kesehatan tidak terjangkau, pengetahuan yang rendah Upaya yang dilakukan dalam WCC ini adalah adanya kesinambungan dalam pemberian asuhan yang meliputi asuhan yang berkelanjutan 

2. Pre-eklamsia dengan oedema Isu mengenai pre-eklamsia dan oedema pada ibu hamil sudah cukup luas berkembang sehingga bidan hars senantiasa meningkatkan keilmuannya agar dapat memberikan informasi yang tepat ketika memberikan asuhan pada ibu hamil. 

Sumber 
Nurul Jannah, SSit, . Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan, Andi, Yogyakarta. 
Manuaba, IAC, Manuaba IBGF, Manuaba IBG, Buku Ajar Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. EGC,Jakarta. 
Soepardan S. Konsep Kebidanan. EGC, Jakarta. 
Purwandari A. Konsep Kebidanan Sejarah dan Profesionalisme. EGC, Jakarta. Readmore »»

Senin, 05 Mei 2014

HARI BIDAN SEDUNIA 5 MEI 2014




Readmore »»

Rabu, 26 Maret 2014

Bisnis Foto Bareng Badut


Lihat-lihat foto jadul sambil ketawa ketiwi ingat zaman perjuangan meraih gelar master…, (sekarang aje ngakak…...kalau dulu termehek-mehek juga nih….).

Sebenarnya ini Top Secret alias rahasia, malu juga mau diceritain, tapi sekarang saya berfikir, hebat juga saya punya ide macem-macem, ahhhayy…….muji diri sendiri.

Paling tidak, mudah-mudahan pengalaman ini menginspirasi dah…..buat yang lagi semangat-semangatnya kuliah tapi gak ada modal…….

Kuliah meraih gelar master dengan biaya sendiri tanpa bantuan negara apalagi swasta, dengan keuangan yang pas, otak jadi bekerja ekstra keras memikirkan ide-ide mutakhir guna mendulang uang (canggih amat ya bahasanya..).

Setiap minggu pagi saya dan hubby jalan-jalan sambil lihat-lihat dalam arti sebenarnya alias nggak pake belanja ke pasar gazebo Bandung. Sambil jalan sambil mikir, usaha apa ya kira-kira yang bisa menghasilkan duit. Akhirnya saya punya ide, bisnis foto bareng badut. Pasarnya adalah anak-anak. Pasti banyak yang suka dengan badut, dan orang tua cenderung sulit menolak bila anaknya meminta sesuatu. Alasan utamanya karena di pasar Gazebo belum ada yang usaha itu. Setelah mencari dan booking tempat yang pas, saatnya mencari tempat penyewaan baju badut.

Dimana ada kemauan selalu ada jalan, setelah cari-cari tukang badut asli, beliau mau menyewakan baju-bajunya setiap hari minggu dengan harga murah…….tapi untuk badut karakter, spongebob misalnya, harga sedikit nambah…..Baju badut OK, setelah itu, hunting printer photo portable sekalian kertas gambarnya.

Kamera digital udah ada. Terus yang jadi badutnya, kami kontrak dari pemulung freelance yang mau dibayar 30rb dari jam 8-12 siang. Jadi, setiap hari minggu, beliau sudah menunggu di tempat yang sudah ditentukan. Tugas saya adalah membujuk dan merayu anak-anak supaya mau di foto bareng badut, dan hubby jadi tukang fotonya.

Sebenarnya untungnya nggak banyak sih, tapi pada saat itu, uang segitu sangat membantu sekali. Kalau diitung-itung keuntungan bersih cuma 2500 rupiah dari setiap photo, dipotong sewa baju badut dan upah si pemakai baju badut, dikali 40 lembar photo perminggunya.


Banyak suka dukanya…. 
Sukanya, 
1. Kedatangan kami ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh anak-anak dan orang tuanya.
2. Melihat ekspresi anak-anak yang kegirangan melihat badut dari kejauhan abis itu memaksa orang tuanya untuk foto sama badut.
3. Melihat anak-anak berkumpul dan bahagia, akhirnya para pedagang es krim, balon, donat pada ngumpul di sekitar kami juga.
4. Kalau banyak yang photo, bisa makan enak setiap hari minggu.
5. Meski sudah tidak lagi, tapi anak-anak dan para orang tua masih menunggu dan mengenali kami sebagai teman-teman si badut…

Dukanya 
1. Capek!!!! Badan mau remuk rasanya
2. Kalau hujan, nggak ada yang mau di foto, jadinya rugi Bandar.
3. Stress lihat konsumen yang tidak puas dengan hasil foto yang katanya jelek….padahal sebelum di cetak, sudah ada kesepakatan tentang foto mana yang akan di cetak (kesalahan bukan pada kamera saya, tapi pada wajah anda..)
4. Banyak yang curi-curi foto pakai kamera handphone, padahal sudah jelas tertulis, foto pakai kamera sendiri BaYar!!!
5. Keuntungannya kurang banyak karena pasar buka cuma sampai jam satu, padahal kebutuhan sangat banyak, hehe….

Bisnis ini hanya bertahan 2 bulan, karena berbagai kesibukan akhirnya kami memutuskan berhenti, tapi yang membuat terharu, warga sekitar masih sering nanya…”kenapa si badut nggak datang lagi neng??!!, “Mana badutnya neng…”, malah banyak anak-anak menunggu kehadiran kami. Sedih…..!!!Tapi, tesis menunggu. Target utama adalah menyelesaikan kuliah secepat mungkin, supaya tidak banyak pengeluaran…….hahha..



Febrina Kaban
Readmore »»

Selasa, 18 Maret 2014

SEMINAR KELAS MUTU PELAYANAN KEBIDANAN




Readmore »»

Sabtu, 15 Maret 2014

BELAJAR NGOMONG DARI SEKOLAH PENYIAR


Saya merilis kembali tulisan ini,
karena pertama saya kangen dengan suasana tersebut, dan kedua karena saya ingin memotivasi adik-adik mahasiswa, bahwa belajar apapun itu tidak akan ada ruginya…

Apapun yang dipelajari asalkan kita serius dan semangat pasti bisa meski tidak berbakat awalnya. Belajar bukan cuma di kuliah saja kan...belajar apapun asal memberikan manfaat paling tidak buat diri sendiri pastinya baik.....


Awal ceritanya begini… 
Selesai kuliah tinggal nunggu sidang tesis, bingung mau ngapain. Akhirnya saya mencari kesibukan yang positif dan sesuai dengan bakat. 

Setelah searching n browsing, ada DJ Arie Broadcasting Scholl yang riwayatnya udah lama malang melintang, dan jatuh bangun kaya lagu mbak Kristina…. di dunia sekolah penyiar se Bandung. Hebatnya data alumninya lengkap dan sudah pada kerja di radio2 beken se-bandung n jakarta, palembang, bengkulu, tapi pada saat itu tahun 2010 yang dari Medan baru saya…yang jadi presenter TV juga ada lho, si Viko Insert, tuh alumninya juga……(mas Arie, bagi cireng atuh…udah saya puja puji…hee

Saya pikir keterampilan ini juga penting banget sekaligus sejalan dengan profesi saya sebagai dosen nantinya, jualan cuap-cuap, hee... Sebenernya saya bukan mau jadi penyiar, tapi mencuri ilmu dari penyiar boleh donk. Karena yang dipelajari adalah teknik komunikasi juga. Bukan juga saya mau jadi presenter di televisi, yah...yang lokal2 aja lah dulu. MC acara 17an di kampung, trus lanjut di acara perwiritan ibu2 se- RT, meningkat di acara kawinan, hee...lalu lanjut jadi pembicara di acara seminar…haiyya!! 

MC plus presenter mana yang gak kenal dengan Indi barends, Farhan, Cici panda, Fitri tropika, Shaqhaz haq, de el el. Mereka merupakan presenter papan atas yang sudah teruji kualitasnya. 

Jangan sepele dengan profesi MC lho...kata bos dj arie broadcasting school nih, ada siswa yang tampangnya ampun DJ deh buruknya (untung gak pake nama ya...kalo gak, kena deh pasal pencemaran nama baik) tapi MC dimana-mana, gajinya aja per-bulan lebih dari 8 jt. Duh, cape dehhhh.........

kalo ingat saya kuliah s2 udah ngabisin puluhan juta, dan bekerja sebagai abdi Negara…gajinya juga nggak nyampe segitu (udah ditambah mocok-mocok dan menjaja ilmu bagi yang membutuhkan, hee). 

So, untuk menjadi dosen nantinya, komunikasi dan rekan-rekan komunikasi penting banget, bayangkan coba kalau kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik… Pantes juga dulu mahasiswa saya bolak-balik ke luar kelas, alasannya ke toilet lah, dipanggil dosenlah...bisa jadi karena informasi yang saya berikan tidak menarik, atau karena saya membawakannya tidak menarik. 

Kesimpulannya..berlatihlah anda berkomunikasi dengan diri sendiri dulu, lalu dengan teman, orang terdekat, musuh anda dan lain lain. Ternyata kita tidak perlu menjadi orang lain dalam berbicara…  
Just Learn to be You & Dare to be Different 

Febrina Kaban Readmore »»

BEKAL UNTUK JADI DOSEN BIDAN


Buat calon dosen kebidanan di seluruh Indonesia.. 

Menjadi dosen mungkin merupakan dambaan sebagian orang yang lahir dari dalam hati murni. Tapi ada sebagian orang yang terjebak dalam profesi dosen karena keadaan dan keharusan, atau barangkali karena keterpaksaan. Pastinya latar belakang tersebut mewarnai perjalanan profesinya kelak.

Sekarang kita beralih ke karakter kita sebagai dosen nantinya. Ada yang bangga di sebut Killer, yang kalau men”dehem” saja sudah bisa menggetarkan ruangan kelas. Mahasiswa terpaksa memakai wajah patuh, pura-pura hormat. Atau bahkan pura-pura baca buku, buang muka, menghindar sampai sembunyi di balik gorden bila melihat si “dosen dari jarak 100 meter”.  

Bagi dosen yang punya kredibilitas (dalam hal ini kredibel= Ahli+dapat dipercaya) tinggi, pastinya mahasiswa segan dan terselip rasa hormat serta kagum. Tapi banyak dosen yang cuma memakai topeng “Killer” untuk menutupi ketidakmampuannya. Tampang “Killer” yang tidak jelas itu akan menghambat mahasiswa untuk bertanya, merespons bahkan menanggapi secara terbuka mengenai kuliah yang disampaikan dosen, karena alasan Takut!!!!. Takut ditanya kembali, takut ini, takut itu...dan Dosen terselamatkan, terutama dari ketidaktahuaanya. Hal ini pasti membekas pada mahasiswa, kesan negatif tentunya. 

Menjadi dosen bukanlah perkara gampang, meskipun pendidikan untuk menjadi dosen sudah diselesaikan. Dosen merupakan profesi yang digugu dan ditiru, dalam setiap gerak dan langkahnya, Perilakunya, penampilannya, gaya bicara, sampai ritual kecil dikala dosen mengajar pun juga menjadi ajang per”gossip”an mahasiswa bahkan diingat secara terperinci oleh mahasiswa. 

 “Jangan mengkuatirkan bahwa anak-anak tidak mendengarkan Anda, kuatirkanlah bahwa mereka selalu mengamati Anda” Robert Fulghum 

Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte: 
Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki 
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi 
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri 
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri 
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri 
Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri 
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai 
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya 
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri 
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya 

Kesan yang baik pasti akan selalu diingat dalam hati setiap manusia. Mahasiswa punya hak untuk dihormati, dihargai dan dibesarkan dalam semangat dan kasih sayang. Dosen sebagai pendidik yang tugasnya mendidik dan mengajar bukan hanya mentransfer ilmu tapi mentransfer pula sikap dan perilaku terpuji yang dapat diadopsi oleh mahasiswa. 

Febrina Kaban Readmore »»

Home

Yang lagi baca..

Populer

Friends..

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez