Senin, 05 Mei 2014

HARI BIDAN SEDUNIA 5 MEI 2014




Readmore »»

Rabu, 26 Maret 2014

Bisnis Foto Bareng Badut


Lihat-lihat foto jadul sambil ketawa ketiwi ingat zaman perjuangan meraih gelar master…, (sekarang aje ngakak…...kalau dulu termehek-mehek juga nih….).

Sebenarnya ini Top Secret alias rahasia, malu juga mau diceritain, tapi sekarang saya berfikir, hebat juga saya punya ide macem-macem, ahhhayy…….muji diri sendiri.

Paling tidak, mudah-mudahan pengalaman ini menginspirasi dah…..buat yang lagi semangat-semangatnya kuliah tapi gak ada modal…….

Kuliah meraih gelar master dengan biaya sendiri tanpa bantuan negara apalagi swasta, dengan keuangan yang pas, otak jadi bekerja ekstra keras memikirkan ide-ide mutakhir guna mendulang uang (canggih amat ya bahasanya..).

Setiap minggu pagi saya dan hubby jalan-jalan sambil lihat-lihat dalam arti sebenarnya alias nggak pake belanja ke pasar gazebo Bandung. Sambil jalan sambil mikir, usaha apa ya kira-kira yang bisa menghasilkan duit. Akhirnya saya punya ide, bisnis foto bareng badut. Pasarnya adalah anak-anak. Pasti banyak yang suka dengan badut, dan orang tua cenderung sulit menolak bila anaknya meminta sesuatu. Alasan utamanya karena di pasar Gazebo belum ada yang usaha itu. Setelah mencari dan booking tempat yang pas, saatnya mencari tempat penyewaan baju badut.

Dimana ada kemauan selalu ada jalan, setelah cari-cari tukang badut asli, beliau mau menyewakan baju-bajunya setiap hari minggu dengan harga murah…….tapi untuk badut karakter, spongebob misalnya, harga sedikit nambah…..Baju badut OK, setelah itu, hunting printer photo portable sekalian kertas gambarnya.

Kamera digital udah ada. Terus yang jadi badutnya, kami kontrak dari pemulung freelance yang mau dibayar 30rb dari jam 8-12 siang. Jadi, setiap hari minggu, beliau sudah menunggu di tempat yang sudah ditentukan. Tugas saya adalah membujuk dan merayu anak-anak supaya mau di foto bareng badut, dan hubby jadi tukang fotonya.

Sebenarnya untungnya nggak banyak sih, tapi pada saat itu, uang segitu sangat membantu sekali. Kalau diitung-itung keuntungan bersih cuma 2500 rupiah dari setiap photo, dipotong sewa baju badut dan upah si pemakai baju badut, dikali 40 lembar photo perminggunya.


Banyak suka dukanya…. 
Sukanya, 
1. Kedatangan kami ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh anak-anak dan orang tuanya.
2. Melihat ekspresi anak-anak yang kegirangan melihat badut dari kejauhan abis itu memaksa orang tuanya untuk foto sama badut.
3. Melihat anak-anak berkumpul dan bahagia, akhirnya para pedagang es krim, balon, donat pada ngumpul di sekitar kami juga.
4. Kalau banyak yang photo, bisa makan enak setiap hari minggu.
5. Meski sudah tidak lagi, tapi anak-anak dan para orang tua masih menunggu dan mengenali kami sebagai teman-teman si badut…

Dukanya 
1. Capek!!!! Badan mau remuk rasanya
2. Kalau hujan, nggak ada yang mau di foto, jadinya rugi Bandar.
3. Stress lihat konsumen yang tidak puas dengan hasil foto yang katanya jelek….padahal sebelum di cetak, sudah ada kesepakatan tentang foto mana yang akan di cetak (kesalahan bukan pada kamera saya, tapi pada wajah anda..)
4. Banyak yang curi-curi foto pakai kamera handphone, padahal sudah jelas tertulis, foto pakai kamera sendiri BaYar!!!
5. Keuntungannya kurang banyak karena pasar buka cuma sampai jam satu, padahal kebutuhan sangat banyak, hehe….

Bisnis ini hanya bertahan 2 bulan, karena berbagai kesibukan akhirnya kami memutuskan berhenti, tapi yang membuat terharu, warga sekitar masih sering nanya…”kenapa si badut nggak datang lagi neng??!!, “Mana badutnya neng…”, malah banyak anak-anak menunggu kehadiran kami. Sedih…..!!!Tapi, tesis menunggu. Target utama adalah menyelesaikan kuliah secepat mungkin, supaya tidak banyak pengeluaran…….hahha..



Febrina Kaban
Readmore »»

Selasa, 18 Maret 2014

SEMINAR KELAS MUTU PELAYANAN KEBIDANAN




Readmore »»

Sabtu, 15 Maret 2014

BELAJAR NGOMONG DARI SEKOLAH PENYIAR


Saya merilis kembali tulisan ini,
karena pertama saya kangen dengan suasana tersebut, dan kedua karena saya ingin memotivasi adik-adik mahasiswa, bahwa belajar apapun itu tidak akan ada ruginya…

Apapun yang dipelajari asalkan kita serius dan semangat pasti bisa meski tidak berbakat awalnya. Belajar bukan cuma di kuliah saja kan...belajar apapun asal memberikan manfaat paling tidak buat diri sendiri pastinya baik.....


Awal ceritanya begini… 
Selesai kuliah tinggal nunggu sidang tesis, bingung mau ngapain. Akhirnya saya mencari kesibukan yang positif dan sesuai dengan bakat. 

Setelah searching n browsing, ada DJ Arie Broadcasting Scholl yang riwayatnya udah lama malang melintang, dan jatuh bangun kaya lagu mbak Kristina…. di dunia sekolah penyiar se Bandung. Hebatnya data alumninya lengkap dan sudah pada kerja di radio2 beken se-bandung n jakarta, palembang, bengkulu, tapi pada saat itu tahun 2010 yang dari Medan baru saya…yang jadi presenter TV juga ada lho, si Viko Insert, tuh alumninya juga……(mas Arie, bagi cireng atuh…udah saya puja puji…hee

Saya pikir keterampilan ini juga penting banget sekaligus sejalan dengan profesi saya sebagai dosen nantinya, jualan cuap-cuap, hee... Sebenernya saya bukan mau jadi penyiar, tapi mencuri ilmu dari penyiar boleh donk. Karena yang dipelajari adalah teknik komunikasi juga. Bukan juga saya mau jadi presenter di televisi, yah...yang lokal2 aja lah dulu. MC acara 17an di kampung, trus lanjut di acara perwiritan ibu2 se- RT, meningkat di acara kawinan, hee...lalu lanjut jadi pembicara di acara seminar…haiyya!! 

MC plus presenter mana yang gak kenal dengan Indi barends, Farhan, Cici panda, Fitri tropika, Shaqhaz haq, de el el. Mereka merupakan presenter papan atas yang sudah teruji kualitasnya. 

Jangan sepele dengan profesi MC lho...kata bos dj arie broadcasting school nih, ada siswa yang tampangnya ampun DJ deh buruknya (untung gak pake nama ya...kalo gak, kena deh pasal pencemaran nama baik) tapi MC dimana-mana, gajinya aja per-bulan lebih dari 8 jt. Duh, cape dehhhh.........

kalo ingat saya kuliah s2 udah ngabisin puluhan juta, dan bekerja sebagai abdi Negara…gajinya juga nggak nyampe segitu (udah ditambah mocok-mocok dan menjaja ilmu bagi yang membutuhkan, hee). 

So, untuk menjadi dosen nantinya, komunikasi dan rekan-rekan komunikasi penting banget, bayangkan coba kalau kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik… Pantes juga dulu mahasiswa saya bolak-balik ke luar kelas, alasannya ke toilet lah, dipanggil dosenlah...bisa jadi karena informasi yang saya berikan tidak menarik, atau karena saya membawakannya tidak menarik. 

Kesimpulannya..berlatihlah anda berkomunikasi dengan diri sendiri dulu, lalu dengan teman, orang terdekat, musuh anda dan lain lain. Ternyata kita tidak perlu menjadi orang lain dalam berbicara…  
Just Learn to be You & Dare to be Different 

Febrina Kaban Readmore »»

BEKAL UNTUK JADI DOSEN BIDAN


Buat calon dosen kebidanan di seluruh Indonesia.. 

Menjadi dosen mungkin merupakan dambaan sebagian orang yang lahir dari dalam hati murni. Tapi ada sebagian orang yang terjebak dalam profesi dosen karena keadaan dan keharusan, atau barangkali karena keterpaksaan. Pastinya latar belakang tersebut mewarnai perjalanan profesinya kelak.

Sekarang kita beralih ke karakter kita sebagai dosen nantinya. Ada yang bangga di sebut Killer, yang kalau men”dehem” saja sudah bisa menggetarkan ruangan kelas. Mahasiswa terpaksa memakai wajah patuh, pura-pura hormat. Atau bahkan pura-pura baca buku, buang muka, menghindar sampai sembunyi di balik gorden bila melihat si “dosen dari jarak 100 meter”.  

Bagi dosen yang punya kredibilitas (dalam hal ini kredibel= Ahli+dapat dipercaya) tinggi, pastinya mahasiswa segan dan terselip rasa hormat serta kagum. Tapi banyak dosen yang cuma memakai topeng “Killer” untuk menutupi ketidakmampuannya. Tampang “Killer” yang tidak jelas itu akan menghambat mahasiswa untuk bertanya, merespons bahkan menanggapi secara terbuka mengenai kuliah yang disampaikan dosen, karena alasan Takut!!!!. Takut ditanya kembali, takut ini, takut itu...dan Dosen terselamatkan, terutama dari ketidaktahuaanya. Hal ini pasti membekas pada mahasiswa, kesan negatif tentunya. 

Menjadi dosen bukanlah perkara gampang, meskipun pendidikan untuk menjadi dosen sudah diselesaikan. Dosen merupakan profesi yang digugu dan ditiru, dalam setiap gerak dan langkahnya, Perilakunya, penampilannya, gaya bicara, sampai ritual kecil dikala dosen mengajar pun juga menjadi ajang per”gossip”an mahasiswa bahkan diingat secara terperinci oleh mahasiswa. 

 “Jangan mengkuatirkan bahwa anak-anak tidak mendengarkan Anda, kuatirkanlah bahwa mereka selalu mengamati Anda” Robert Fulghum 

Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte: 
Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki 
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi 
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri 
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri 
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri 
Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri 
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai 
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya 
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri 
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya 

Kesan yang baik pasti akan selalu diingat dalam hati setiap manusia. Mahasiswa punya hak untuk dihormati, dihargai dan dibesarkan dalam semangat dan kasih sayang. Dosen sebagai pendidik yang tugasnya mendidik dan mengajar bukan hanya mentransfer ilmu tapi mentransfer pula sikap dan perilaku terpuji yang dapat diadopsi oleh mahasiswa. 

Febrina Kaban Readmore »»

Senin, 03 Maret 2014

PENGABDIAN MASYARAKAT KE SINABUNG


Kegiataan yang dilakukan:
 - Pijat bayi
 - Pemeriksaan Ibu Hamil
 - Terapi bermain


Readmore »»

Senin, 17 Februari 2014

Dugaan Kasus Malpraktek Bidan (Usai persalinan organ wanita robek)


Kelompok V
Analisis dugaan Malpraktik bidan, berdasarkan tugas dan tanggung jawab, wewenang dan etika profesi bidan.

Kasus dugaan malpraktek kembali terjadi. Di Jember Jawa Timur, seorang ibu muda mengalami luka robek di bagian anusnya, hingga tidak bisa buang air. Diduga korban yang kini harus buang air besar melalui organ kewanitannya, disebabkan kelalaian bidan yang masih magang di puskesmas setempat menangani persalinannya. Kini kasus dugaan malpraktek ini ditangani Dinas Kesehatan Kota Jember.

Kasus dugaan malpraktek ini dialami Ika Agustinawati, warga Desa Semboro Kidul, Kecamatan Semboro, Jember. Ibu muda berusia 22 tahun ini, menjadi korban dugaan malpraktek, usai menjalani proses persalinan anak pertamanya, Irza Praditya Akbar, yang kini berusia 1 bulan. Diduga karena kecerobohan bidan yang masih magang saat menolong persalinannya di Puskesmas Tanggul, Ika mengalami luka robek di bagian organ vital hingga ke bagian anus. Akibatnya, selain terus-terusan mengalami kesakitan, sejak sebulan lalu korban terpaksa buang kotoran melalui alat kelaminnya. 

Saat menjalani proses persalinan 3 Februari lalu, korban dibantu oleh beberapa bidan magang, atas pengawasan bidan puskesmas. Namun, salah seorang bidan magang diduga melakukan kesalahan saat menggunting dinding kemaluan korban. Terkait kasus ini pihak Puskesmas Tanggul saat ini belum memberikan keterangan resmi. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jember tengah menangani kasus ini. Jika terbukti terjadi malpraktek, Dinas Kesehatan berjanji akan menjatuhkan sanksi terhadap petugas persalinan tersebut, sesuai ketentuan yang berlaku. (Tomy Iskandar/Sup) 

Sumber 
http://www.indosiar.com/patroli/usai-persalinan-organ-wanita-robek_89714.html Readmore »»

BABY CLASS

Home

Yang lagi baca..

Populer

Friends..

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez